DESA - KOTA
Desa bukanlah poros ketidakmajuan. Kota bukanlah tempat untuk sukses secara mutlak. Tidak semua desa berhawa sejuk. Tidak semua kota berudara kotor. Kehidupan di kedua tempat itu pun tak jauh berbeda suasananya.
Jika kota dengan masyarakatnya yang senggol bacok, maka desa dengan masyarakat yang kolot dengan budaya. Jika kota dengan intelejensi warganya yang tinggi, warga desa dengan keramah tamahannya. Mereka tidak jauh berbeda.
Orang desa merantau ke kota untuk mencari peruntungan, kesuksesan dan hidup yang lebih mapan. Ia mengorbankan banyak hal indah di desanya, demi pergi ke kota. Demi mendapat label orang kota.
Orang kota pergi ke desa untuk menjauh dari hiruk pikuknya suasana disana. Ia rela merogoh uang lebih demi menemui ketenangan desa. Ia ingin rehat di duatu tempat yang indah nan tenang, lalu mengabadikan beberapa momen, dan membaginya ke akun media sosialnya. Pujian dan ketenaran adalah keinginannya.
Hidup dengan terbatas memang hal wajar di desa. Kesederhanaan menjadikan mereka erat dalam tali silaturahmi. Beda dengan kota, mereka punya gengsi tinggi, brand dan merk menjadi gaya hidup mereka. Tak ada kehidupan tanpa menjadikan dirinya menarik bagi orang lain.
Saya sekarang hidup di kota metropolitan. Dulu saya hidup di sebuah desa pinggir kota. Semua rasanya sama, tak banyak perbedaan yang berarti. Manusianya sama, sifat, gaya hidup, perilaku dan keseharian. Memang manusia semua sama, karena kita satu spesies.
Desa bukanlah tempat indah seperti ekspektasimu. Kota bukanlah gudang dolar seperti anggapanmu. Tapi, semua itu akan menjadi kenyataan dengan cara berpikirmu.
__DON__


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SILAHKAN, BEBAS BERKOMENTAR.