TULISAN TANPA ARAH

Kamis, 19 April 2018

#DAY29 #30DWC #30daywritingchallenge #30DWCjilid12 #firstsquad



SUDAH NONTON ‘DILAN’?
COBA BANDINGKAN DENGAN INI


                Demam film romantis akhir-akhir ini sedang melonjak, mungkin disebabkan beberapa film genre itu yang sukses dalam marketingnya sehingga menjadi trending, ambil contoh ‘DILAN’. Meski saya pribadi belum nonton dan tak ingin menontonnya (karena kurang suka). Saya lebih suka film-film yang mempunyai ‘feel’, bukan hanya dengan akting menangis plus soundtrack sedih. Ah basi. Hehe.

                Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan beberapa list film barat, yang sangat worth it untuk masuk watchlist kalian, tapi ini yang saya ingat saja ya, terlalu banyak yang saya tonton sehingga banyak yang lupa, hehe. Langsung kuy.

-          ABOUT TIME (UK/2013). Jika kalian lebih suka dengan slice of life atau seperti ‘makna kehidupan’, film ini cocok. Romansa di film ini memang kurang, karena ini bukan film cinta cintaan ala abg sekarang. Film ini lebih ke arah inspirasi dan motivasi, yang kalian bisa rasakan setelah menontonnya. Seperti The shawshank redemption.

-          BEFORE SUNRISE (USA/1995). Karya Negri Paman Sam yang mengambil latar di Wina, Austria. Termasuk salah satu film romantis lawas yang berating tinggi dan sukses pada masanya. Film ini lebih banyak scene berbincangnya daripada aksinya, tapi dari pembicaraan kedua pasangan inilah ‘feel’-nya terasa. Saya baru saja selesai menonton dan akan saya lanjut dengan ‘BEFORE SUNSET’. Jika kalian bosan dengan cerita film-film romansa modern, coba deh nonton satu ini.

-          AMELIE (FRANCE/2001). Sekarang beralih ke film lawas asal negri tempat menara Eifel. Filmnya bersudut pandang dari seorang gadis prancis, bercerita tentang kehidupannya dan drama asmaranya. Ini juga salah satu best movie all time. Kita bisa tahu sedikit budaya prancis saat itu dengan segala kebebasannya, pastinya berbeda dengan sekarang. Efek-efek di film ini sangat luar biasa, menilik bahwa dengan pembuatannya di tahun yang relatif sedikit efek-efek visual yang ada di kamera, film ini bisa dibilang pioneer dalam efek di dunia perfilman. Feel romansanya memang kurang, tapi saat menonton kita akan sering terhibur. Worth it lah. (sedikit peringatan, akan ada beberapa konten diatas umur)

Mungkin sampai disini saja review saya kali ini. Tiga film diatas sangat sedikit unsur ‘melodrama’-nya, tak seperti drama korea yang sedikit-sedikit adegan nangis plus soundtrack sedih, padahal cerita tak begitu bagus (peace ya para pecinta drakor). Karena banyak teman-teman saya yang lebih suka film romansa dari Thailand, Korea dan jepang, Maka dari situlah review ini dibuat. Masih banyak film romansa selain Asia yang bagus, seperti ‘500 DAYS OF SUMMER’ dan lainnya, mungkin akan saya review pada kesempatan berikutnya. Salam MovieLoverz.











_DON_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN, BEBAS BERKOMENTAR.