UCAPAN SELAMAT TINGGAL PADA DUNIA TERHEBAT
Pernahkah kita merasa stres dalam kehidupan. Pernahkah kita merenung akan masa lalu, yaitu masa kanak-kanak. Pernahkah kita berpikir untuk kembali ke waktu itu, merasakan dunia anak kembali.
Dunia anak pasti berbeda dengan dunia yang lain, jika kamu sudah berkeluarga pasti sangat tahu akan dunia ini. Seakan dengan melihatnya saja sudah bahagia. Bahkan banyak anak seumuran penulis, kuliah, dan yang masih SMA masih kekanak-kanakan. Generasi ini sepertinya masih sayang momen-momen zaman dahulu, faktanya, hobi masa kecil masih banyak dibawa sampai SMA, kuliah, bahkan sudah bekepala tiga. Dunia anak memang indah.
Apa yang membuat dunia anak terlihat menyenangkan?. Banyak hal, misalnya dalam batasan. Batasan seorang anak kecil dan orang baligh berbeda, jenis kedua mempertimbangkan sesuatu harus dengan matang, sedangkan seorang anak kecil, ia mempertimbangkan sesuatu, tapi hanya sekedar pertimbangna dan langsung dijalankannya apa yang telah dipilih. Terkadang, nikmat juga menjadi anak kecil yang tanpa stres.
Misal lainnya, banyak berpikir tentang hal yang sudah terjadi. Ini yang menjadikan dunia orang dewasa memuakkan, benar kita telah dianugerahi sebuah akal yang akan membantu kita dalam berbagai hal, tapi terkadang orang dewasa merasa seakan tahu segalanya, dan efek sampingnya adalah ia melewati batas akalnya. Tahukah kita bahwa akal memiliki batas juga?. Lalu, menyesali sesuatu yang telah terjadi pun dijadikan kebiasaan, ingat bahwa akal kita diberikan batasan berpikir dan tak mungkin bisa memutar balik waktu kebelakang. Dunia anak kadang membuat penulis iri, dengan segala kepolosan dan tawa riang mereka, seakan dunia seluas ini dikuasainya.
Dunia anak sudah berlalu. Kita tak bisa terus menerus mengandalkan imajinasi fantastis kita dahulu, jadi teringat, kalau dengan sebuah imajinasi saja, seorang anak bisa bertingkah konyol bahkan hebat. Tapi jika menggunakan banyak energi imajinasi pada dunia dewasa, maka yang ada hanya terpaku pada ingatan masa lalu dan khayalan yang takkan pernah terwujud, dunia itu berbeda dengan dunia anak.
Bermain, bermain dan bermain, itulah dunia anak. Menyenangkan bukan. Mereka masih belum tahu dark side dunia ini. Dan orang tua sebagai penanggung jawab pun mengajari anak-anaknya pelajaran terbaik. Harapan banyak disematkan orang tua dalam hati anak-anak mereka. Berharap hal baik pastinya.
Terlalu banyak perkara dunia anak, dan perlu mendetail untuk menjelaskan akan kebahagiaan kehidupan dunia itu. Masa-masa itu bagi sebagian orang sudah berlalu, bahkan terlupakan. Dan seyogyanya, kita juga harus berpikir dewasa dan mengikuti putar roda takdir.
Sampaikanlah sepucuk suratmu untuk dunia masa kanak-kanakmu, sebuah surat perpisahan selamanya. Tahan tumpahan air matamu, tegarkan hati, dan luaskan pikiran. Lambaikan tangan, dan jangan lupa tersenyum. Lalu berbisiklah, Selamat tinggal kenangan masa kecilku.
-call_me_DON-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SILAHKAN, BEBAS BERKOMENTAR.