TULISAN TANPA ARAH

Kamis, 12 April 2018

#DAY22 #30DWC #30daywritingchallenge #30DWCjilid12 #firstsquad



URUTAN PERTAMA

Angka satu memang identik dengan pertama kali, yaitu yang pertama kali membuat inovasi dan pembaruan dalam hal itu. Meski ia merupakan ‘pioneer’-nya, tapi belum tentu pula dianggap yang terbaik, sudah banyak penerus tahta sang nomor satu telah menciptakan sesuatu yang lebih fantastis dari tetuanya. Dan perlu diingat, bahwa para pendahulu adalah sang pelopor.

Pembahasan pertama kita yaitu mengenai negri kita tercinta ini, Indonesia. Siapa yang tak kenal ‘Bung karno’, bahkan namanya sampai dijadikan nama jalan dan pohon di luar negri. Ia adalah presiden pertama indonesia (1945-1967), sepak terjangnya dalam membangkitkan semangat juang negri ini tak perlu diragukan lagi. Orang yang identik dengan orasi berapi-apinya ini bahkan berani menantang dunia (dengan keluarnya indonesia sementara dari PBB tahun 1965). songkok dan kaca mata hitam merupaka gaya berbusana khas dirinya. Meski ada beberapa kontroversi yang dilakukannya, tapi jika masyarakat indonesia ditanya ‘siapa presiden terbaik mereka sepanjang sejarah’, maka dengan tegas dijawab, SOEKARNO.

Khalifah islam pertama, Abu bakar as-shiddiq rahiyallahu’anhu. Sahabat terbaik rasulullah, sampai-sampai jika boleh dirinya memilih kekasih, maka akan dipilihnya Abu bakar. Sahabat mulia yang bernama asli Abdullah bin Abu quhafah ini, sangat banyak pengaruhnya dalam perkembangan islam, terlebih di awal masa-masa setelah kematian Nabi Muhammad. Mungkin ada pemikiran bahwa Umar lah khalifah terbaik, karena pembukaan kota-kota di masanya perkembang sangat pesat dan kezhaliman tunduk padanya. Kembali ke topik pembuka artikel, bahwasanya tanpa seorang pelopor maka kemajuan penerusnya tak akan bisa semaksimal saat itu. Pernahkah kita berpikir, kalau tanpa Abu bakar, bagaimana keadaan kaum muslimin saat itu yang hatinya telah goncang akibat meninggalnya nabi. Bagaimana jiwa-jiwa labil di tengah maraknya nabi palsu yang tumbuh bermunculan, siapa yang akan dimintai petunjuk. Bagaimana cara memilih pemimpin untuk mengayomi jutaan umat islam  yang tepat setelah nabi, tanpa merusak hubungan kuat para sahabat, siapa yang cocok dengan jabatan itu. Intinya, Abu bakar maupun Umar memiliki kelebihannya masing-masing, dan saling melengkapi satu sama lain.

Anak pertama. Hanya sedikit yang akan saya bahas, karena saya sendiri belum mempunyai anak. Anak pertama identik dengan jiwa kepemimpinannya, jika laki-laki ia akan tegas pada adik-adiknya, dan menjaga kewibawaannya di hadapan adik-adiknya, dan jika perempuan ia akan sangat menyayangi adik-adiknya, mereka akan di manja dan dirawat seakan ia adalah ibu kedua. Dan biasanya, anak pertama ialah yang paling dimanjakan orang tuanya, karena ia adalah buah hati pertama mereka. Meski begitu, setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing, dan tak jarang jika sang adik lah yang lebih baik.


Filosofi urutan pertama memang banyak di sakralkan dan berharga. Misalnya, banyak dari siswa absen pertama adalah pintar atau kreatif. Pengalaman pertama setiap orang adalah yang paling diingat, biasanya dalam hal unik dan bukan kebiasaanya. Peringkat pertama dalam kompetesi dilihat sebagai yang terbaik, padahal mungkin peringkat bawahnya bisa lebih darinya tapi enggan. Cita-cita pertama anak kecil rata-rata sama, kalau bukan polisi, pilot atau dokter, tapi akan berubah dengan bertambahnya umur. Hokage pertama adalah yang terkuat dalam serial naruto dan raja bajak laut pertama adalah pelopor tumbuhnya generasi bajak laut sesudahnya dalam serial one piece (loh, kok kesini?!). Lalu, cinta pertama adalah masa-masa paling romantis nan indah, hal bodoh pun rela dilakukan demi meraih hati sang kekasih, meski suatu hari tak berlanjut ke pelaminan, akan tetapi, kisah asmara kita tetap terpendam dalam sanubari (eeeaa, cuit-ciut). 

Masih sangat banyak perkara dan mitos dari ideologi ‘pertama’. Dan yang pertama tentu bukanlah yang sempurna sepenuhnya. Jika kita ingin memilih tujuan ingin menjadi yang pertama, maka pilihlah dengan bijak. Jangan sampai kelak kita akan menyesal, karena kesalahan kita dalam memilih dan bertindak.

Menjadi golongan manusia yang pertama-tama masuk surga merupakan gelar paling bergengsi, sangat mahalnya gelar itu sampai-sampai banyak dari orang ‘sadar’ mengorbankan sesuatu berharganya. Dan senantiasa kita menjaga hati, dan berharap tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang pertama masuk neraka. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi hambanya yang jujur dalam beriman. Amiin.




 



_DONqiafo-SHERU_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN, BEBAS BERKOMENTAR.