JADILAH MANUSIA BERSUMBER DAYA, BUKAN SUMBER DAYA MANUSIA
Semua manusia pasti mempunyai daya. Namun, di luar sana masih banyak hal-hal yang bisa membuat manusia tak berdaya. Ada pula yang membuat manusia lupa akan daya yang dimilikinya. Dan hanya sedikit yang jeli melihat daya dalam dirinya.
Apa sumber daya manusia sebenarnya? Ialah berbagai gejolak batin yang menyeruak keluar dari dirinya. Misalnya, ia tahu bahwa tubuhnya lemah, tapi itu tak menghalanginya untuk selalu berolahraga, alhasil badannya pun seiring berjalannya waktu semakin kekar. Inilah daya batin yang ada di diri setiap orang, meski tak selalu sama, tapi hanya sedikit yang menyadari keberadaan sang ‘daya’.
Kapan daya itu datang? Dalam berbagai hal dan keadaan. Saya ambil contoh, jika ia merupakan seorang pecundang dalam bisnis, setiap usaha yang ia jalankan selalu gagal. Tapi ia pantang menyerah, pada waktu ini daya tak akan datang, tapi ia sudah datang sejak dulu, saat ia menentukan tekad.
Kenapa keudukan daya itu penting? Karena makna ‘tak berdaya’ itu banyak berkonotasi negatif. Tapi jika di artikan dalam kepositifan, misal ‘daya juang’ dan ‘daya tahan’, maka akan menjadikan si objek menjadi lebih berkelas.
Bagaimana cara kita mendapatkannya? Daya tidak bergerak individu, ia sering terkait dengan upaya, kerja keras, tekad, semangat dan lainnya. Jadi, jika kita selalu memaksa diri untuk bekerja, berjuang dan totalitas, maka saat itulah kita telah memiliki daya.
Ada pula yang membangunkan daya-nya dengan kenangan buruk, dendam kesumat dan bosan dengan keadaan diri. Saya tidak membenarkan maupun menyalahkan orang yang berdaya dari cara ini. Karena banyak juga tokoh besar yang memulai perjalanan kerasnya disebabkan suatu hal yang tidak baik.
Sumber ‘daya’ manusia sebenarnya tak terbatas, yang saya maksud bukan para pekerja, akan tetapi sesuatu yang di dalam diri setiap insan. ‘tak berdaya’ bukanlah mutlak sebagai kelemahan. Tapi segala yang instan takkan menghasilkan mahakarya. Adapun jalan berkerikil tajam siap menghalangi setiap orang yang berdaya ataupun ingin berdaya. So, ayo jadi ‘tak berdaya’, itu kan lebih mudah. Jika ingin sebaliknya, maka itu pilihanmu.
_DONfaiq-SHERU_


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SILAHKAN, BEBAS BERKOMENTAR.